Pernikahan dengan adat minang identik dengan pengantin yang menggunakan Suntiang di kepalanya. Hiasan kepala yang satu ini dikenal cukup berat dan membuat pengantin merasa ngeri duluan sebelum mengenakannya. Nah banyak juga yang mulai mengakalinya dengan menggunakan tradisi pernikahan adat Koto Gadang.
Tampil Cantik dan Mewah Di Pernikahan Adat Koto Gadang
Walau merupakan adat Minang juga, akan tetapi pernikahan adat Koto Gadang ini tidak menggunakan Suntiang sebagai hiasan kepala sang pengantin wanita. Selain tidak mengenakan Suntiang, ternyata budaya pernikahan adat Koto Gadang ini juga sangat unik lho, terutama pakaian adat yang digunakan sang pengantin. Mau tau seperti apa, yuk simak ulasan Pernikahan adat Koto Gadang yang satu ini.
Pernikahan adat Koto Gadang yang satu ini datang dari pasangan Melissa dan Rizky. Mereka berdua memilih menggunakan Pernikahan Adat Koto Gadang dihari spesial mereka berdua. Dan betul pilihan mereka berdua tepat sekali, karena Melissa terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan baju adat ini.
Umumnya pernikahan adat minang para anak daro (pengantin perempuan) identik menggunakan Suntiang. Hiasan kepala yang berwarna keemasan atau perak yang selalu menjadi daya tarik. Tetapi kali ini Melissa menggunakan Tikuluak Talakuang yang merupakan khasnya daerah Koto Gadang. Walaupun hiasan kepala Talakuang ini terlihat lebih sederhana, akan tetapi tetap mewah saat dikenakan.
Untuk busananya Melissa menggunakan baju kuruang batabue beludru berwarna merah maroon. Baju kuruang (baju kurung) khas baju pernikahan adat koto gadang ini berbeda dengan kebaya yang dijahit membentuk tubuh, melainkan baju yang longgar dan panjang yang tertutup sehingga menutupi bentuk tubuh.
Baju kuruang yang berwarna maroon ini selaras dengan hiasan sulaman benang emas bermotif bunga yang disebut tabua (tabur) yang melambangkan kekayaan alam Minangkabau.
![]() |
![]() |
Baju kuruang ini juga ternyata memiliki makna yang baik lho. Yaitu sebagai calon ibu, ia terkurung dan dibatasi oleh aturan yang sesuai dengan agama Islam dan adat Minangkabau. Sehingga dirinya harus bisa menjaga diri dan nama baik keluarganya.
Untuk bagian bawahnya Melissa menggunakan kodek. Kodek ialah sarung yang terbuat dari kain songket. Dilengkapi selendang berwarna senada dan juga aksesoris kalung dan gelang gadang yang bertumpuk di pergelangan lengan menambah kesan mewah.
Lihat juga: Sewa atau Beli Gaun Pengantin ya?
![]() |
![]() |
Walaupun tanpa Suntiang akan tetapi Melissa terlihat sangat cantik dan mewah menggunakan Talakuang berwarna kuning cerah yang dipadukan dengan baju kuruang berwarna merah maroon. Semuanya terlihat sangat selaras dan menarik perhatian.
Mirip dengan baju kuruang yang dikenakan sang mempelai wanita, untuk mempelai pria menggunakan Baju Gadang berwarna senada dengan baju kuruang melissa berbahan beludru serta celana panjang longgar.
Untuk Hiasan penutup kepala, Rizky mengenakan saluak marapulai dari kain songket. Tidak hanya itu, penampilan Rizky juga ditambahkan berupa selendang balapak yang disampirkan pada pundak. Sebagai hiasan agar gagah, penampilan Rizky disempurnakan dengan kain samping yang dililitkan di pinggang, serta disematkan sebilah keris.

Keduanya tampil sangat cantik dengan balutan baju khas Koto Gadang. Gimana kamu tertarik? Indonesia dengan kekayaan budayanya menyimpan begitu banyak keunikan tradisi yang sangat menarik untuk dicoba, jadi bagi para bride to be ngga ada salahnya memilih tema pernikahan tradisional dihari spesialmu.









