Kamu pasti sudah tahu tahu dong salah satu pesta pernikahan yang pasti berlangsung meriah adalah pernikahan dengan menggunakan adat batak. Adat batak memang sudah dari turun-temurun memiliki kepercayaan tradisi yang cukup lengkap. Bahkan boleh dibilang cukup panjang dan bisa memakan waktu hingga berhari-hari untuk rangkaian pesta acaranya ini sendiri.
Kemeriahan Pernikahan Tradisional Adat Batak Langsung Dari Balige
Sputnik sangat beruntung dapat mengulas pernikahan tradisional Adat Batak yang dilaksanakan langsung dari Balige Sumatera Utara. Pernikahan ini dilakukan oleh pasangan Agatha dan Olwin. Olwin memiliki darah Batak, sehingga ia memilih untuk melakukan pemberkatan dan juga rangkaian pesta pernikahan tradisional adat batak langsung dari Balige Sumatera Utara. Selain agar lebih khidmat langsung dari daerahnya, acara ini juga bisa langsung dirayakan bersama keluarga besar Olwin yang memang berasal dari Sumatera Utara. Yuk liat seperti apa saja kemeriahan acaranya.
Marsibuha-Buhai
![]() |
![]() |
Prosesi pernikahan tradisional adat batak yang pertama dimulai dengan prosesi Marsibuhai-buhai. Dimana mempelai pria bersama keluarganya menjemput sang mempelai wanitanya dikediaman.
Sambil diiringi dengan musik tradisional Adat Batak, mempelai pria masuk menemui sang wanitanya. Prosesi ini kemudian disambut oleh mempelai wanita, yang dilanjutkan dengan prosesi penyerahan bunga dari pengantin pria ke pengantin wanita dan pemasangan bunga oleh pengantin wanita.
Pada prosesi ini biasanya juga dilakukan dengan sarapan bersama dan ditutup dengan doa bersama dengan para keluarga yang ikut mengantar.
Pamasu-masuon
Pamasu-masuon atau merupakan istilah Adat Batak yang berarti acara pemberkatan. Acara pemberkatan ini sama seperti acara pemberkatan pada umumnya di gereja. Acara dimulai dengan Ibadah pemberkatan, janji nikah oleh kedua mempelai, dan terkahir sesi foto bersama.
Marunjuk
Setelah selesai sesi pemberkatan di gereja, saatnya Marunjuk merupakan pesta pernikahan yang bisa dilakukan hingga berhari-hari. Namun saat ini banyak pasangan yang mulai menyederhanakan rangkaian pesta pernikahan Marunjuk ini dengan beberapa jam saja.
Pada prosesi marunjuk ini ada beberapa ritual adat yang biasa dilakukan, diantaranya:
Kedua mempelai menuju pelaminan
Kedua mempelai diiringi dengan musik Khas daerah Batak memasuki gedung Balige dan berjalan menuju tempat pelaminan. Ada yang unik diprosesi ini, dimana kedua pengantin berjalan sambil diberkati dan juga didoakan dengan taburan beras dikepalanya.
Penyambutan hula-hula
Prosesi pernikahan tradisional adat batak selanjutnya adalah Hula-hula. Hula-hula merupakan prosesi penyambutan sanak keluarga dan orang dekat yang dilakukan dengan bersalam-salaman.
Meriahnya penyambutan ini diiringi dengan musik Batak bertempo cepat sambil menari Tor-Tor. Khusus para wanita yang datang wajib membawa tandok yang ditaruh diatas kepala. Tandok merupakan sebuah anyaman yang dijadikan sebagai tempat beras. Ini dijadikan sebagai simbol hadiah untuk kedua pengantin.
Pasahat Jambar
Pada pernikahan tradisional adat batak ada yang namanya Pasahat Jambar. Dalam bahasa Batak, Pasahat Jambar berarti menyampaikan atau memberikan atau membagikan Jambar. Jambar ini berupa daging dan uang yang dibagikan kepada keluarga ataupun orang-orang yang turut serta terlibat dalam acara pernikahan.
Lihat juga: Ide Foto Prewedding dan Wedding Yang Menjadi Tren Di 2016
Pembagian jambar bisa dengan jambar juhut (daging babi) atau bisa juga dengan kerbau. Tergantung dari kemampuan keluarga. Ada juga yang namanya Jambar uang (tuhor ni boru) yang juga diberikan kepada Parboru. Sedangkan untuk Paranak (Orang tua pengantin pria) dibagikan Jambar Dengke (ikan mas) dan ulos. Semua Jambar dibagikan sesuai dengan peraturan adat.
Makan siang bersama
Lelah dengan rangkaian upacara adat batak yang masih panjang, maka dalam prosesi pernikahan adat batak ini digelar juga dengan makan siang bersama. Rangkaian ini termasuk wajib yang dilakukan oleh pengantin, keluarga dan seluruh tamu. Selain sebagai tanda kemakmuran, hitung-hitung prosesi ini sebagai penambah tenaga kamu untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya yang masih panjanngggg untuk dilakukan.
Prosesi makan siang bersama ini juga dilakukan cukup unik dan lain dari biasanya kita melihat jamuan pesta makan siang. Di sini tamu dijamu dengan cara makan yang cukup “nyeleneh” tanpa sendok dan garpu dan ngga ada tuh aturan makan yang rapih disini. Dengan porsi makanan yang dituang dengan baskom kepiring para tamu lengkap dengan lauk seperti daging babi yang disaksang. Semua tamu sudah biasa dengan aturan main disini, jadi mungkin bagi kamu yang baru pertama kali lihat akan terpesona. Namun inilah sebuah keunikan adat dimana ciri khas yang terkandung menjadi cerita tersendiri.
Marhata Sinamot
Prosesi pernikahan tradisional adat batak selanjutnya yang tak kalah seru adalah Marhata Sinamot. Ini merupakan prosesi di mana pihak Paranak (Orang tua pengantin pria) menyerahkan mahar ke Parboru (Orang tua pengantin wanita) sesuai dengan yang jumlah yang telah disepakati bersama. Setelah Juru Bicara pihak Paranak menghitung terlebih dahulu mahar tersebut, diberikan kepada juru bicara Parboru yang juga akan menghitung kembali mahar yang diberikan. Setelah semuanya tepat, Sinamot atau mahar tersebut diberikan ke Ibu pengantin wanita dan diterima di alas ulos yang terbuka.
Selanjutnya prosesi kemeriahan dilanjutkan dengan kedua keluarga mempelai saling berkenalan dengan cara manor-tor dan bersalaman. Disini keluarga penganti pria akan menyalami pihak keluarga keluarga pengantin wanita satu persatu. Uniknya prosesi mirip dengan prosesi nyawer. Dimana keluarga berkenalan dengan bersalam-salaman sambil menyelipkan lembaran uang kertas ke jari keluarga pengantin wanita.
Mangulosi
Kegiatan Mangulosi ini pasti dilakukan oleh setiap pernikahan tradisional adat batak. Mangulosi ini sendiri merupakan puncak dari prosesi Marunjuk. Kamu pasti tahukan kain Ulos memang menjadi simbol yang sangat berarti bagi masyarakat keturunan Batak. Jadi Ulos ini sendiri menjadi sebuah simbol hadiah pernikahan yang memiliki arti berkat bagi kedua mempelai. Tahapan Mangulosi pun tidak sembarangan dilakukan, namun ada aturan mainnya yang cukup panjang dan meriah.
Paulak Une
Merupakan prosesi dimana orangtua pengantin pria memberikan juhut atau daging babi kepada Parbor. Dan disini Parboru atau orangtua pengantin wanita juga sebaliknya membawa dekke dan tandok ke Paranak.
Doa Penutup
Sama dengan prosesi pernikahan adat lainnya yang diakhiri dengan doa. Pernikahan tradisional adat batak ini juga diakhiri dengan prosesi Mangupa. Dimana kedua pengantin beserta seluruh keluarga masing-masing pergi menuju pihak keluarga pengantin pria untuk melakukan prosesi pemberian nasihat dan juga doa agar pernikahannya selalu dalam keberkahan dan berada dilindungan Tuhan.












