“Walaupun Dennis bukan tipe pria yang romantis, namun dibalik itu aku merasakan kalau dia punya caranya sendiri ketika menunjukan rasa sayangnya dengan cara yang unik dan lucu. Tingkah laku dia yang hiperaktif dan lucu selalu bikin aku ketawa walaupun terkadang juga bikin ngeselin sih he he he, tapi dia sangat bertanggung jawab dan itu semua berhasil membuat aku jatuh cinta terus dengan Dennis”
Perjalanan cinta Ratih dan Dennis berawal dari pertemuan 5 tahun yang lalu, walaupun pada awalnya hubungan mereka sempat ngga mendapat restu dari sang mama Ratih ditambah banyak sekali ups and downs yang ngga mudah dalam hubungan mereka, namun perjuangan mereka terbayarkan dengan acara pernikahan mereka yang digelar bulan november lalu disebuah private villa.
“Awal perkenalan 5 tahun yang lalu, kenalan di Event Natal kantor dia jadi pengisi acara, sementara saya adalah panitia event tersebut. Pacaran awalnya backstreet hehehe, lalu tahun ketiga dapet restu dari kedua orang tua saya. Hubungannya naik turun, dan proses sampai ke pernikahaan juga tidak mudah. Tapi semua karena kebaikan Tuhan acara bisa berlangsung meskipun gak sempurna tapi semua adalah yg terbaik yang sudah kita lakukan”
Pernikahan dengan gaya rustic yang dibalut dengan nuansa kuning ini sangat menarik perhatian, digelar di sebuah private villa yang cantik dengan venue pegunungan dan ambience seperti di Bali, Ratih dan Dennis berhasil mewujudkan impiannya untuk bisa mengucap janji pernikahan.
Gaya rustic intimate wedding outdoor dipilih oleh mereka berdua karena ingin memiliki pernikahan yang simpel namun bisa berdekatan langsung dengan seluruh tamu yang hadir dalam acara pernikahan mereka.
About The Wedding
Walaupun Ratih berasal dari keluarga berdarah Batak, yang terbiasa memiliki rangkaian acara pernikahan yang panjang karena begitu banyak rangkaian prosesi adat, namun Ratih berhasil membuat konsep acara yang simpel namun tetap memasukan tradisi budayanya di sela-sela acara. Dan ternyata acara tradisi Batak itu berhasil membuat Ratih menangis haru dihadapan orangtua.
“Semua konsep memang berasal dari saya, saya berasal dari keluarga batak yang terbiasa dengan pernikahan adat yg ribet dan panjang, dan ketemu dengan pasangan yang bukan batak, musisi dan anaknya sangat simple dan rock and roll”
Untuk soal dekorasi dan wedding venue, Ratih sejak awal sudah jatuh cinta dengan private villa di Sentul ini. Meskipun tempatnya tidak bisa menampung terlalu banyak orang, namun nyatanya wedding venue ini berhasil membuat suasana small simple party menjadi lebih warm and intimate.
Tahu bahwa wedding venue ini sudah cantik, maka untuk soal dekorasi Ratih bersyukur memiliki teman yang mau membantunya untuk mendekor wedding venue menjadi sangat cantik sesuai dengan colour palette yang Ratih inginkan yaitu Kuning dan Abu-abu.
“rustic chic with yellow touch. Semua bunga dominasi warna kuning, dan konsep rustic menambah cantik venue yang dari sananya sudah cantik dengan latar belakang gunung salak”
Untuk soal konsep acara dan dekorasi Dennis memang lebih mempercayakan kepada Ratih, dan Ratih memilih warna favoritnya yaitu kuning untuk menjadi main colour di mood boards-nya. Awalnya Ratih hanya terpikir untuk mengkombinasikan warna kuning dan hijau saja, karena tempatnya sudah adem dengan pepohonan. Namun setelah browsing-browsing, Ratih tertarik untuk menggabungkan kuning dan abu-abu menjadi colour palette di acara pernikahan mereka. Dan benar saja pilihan Ratih tepat untuk menggabungkan kuning dan abu-abu yang bisa menjadi statement decoration di beberapa spot favorit.
“Pemilihan Vendor puji Tuhan karena the power of social media, teman2 dan sahabat banyak yang nawarin bantu.. awalnya sempet kaget dengan harga vendor2 decor yang harganya selangitt heheheh puji tuhan ditawarin temen dengan harga yg baik banget heheh..”
“Untuk pemilhan WO juga saya beruntung lagi, punya sahabat2 gereja yang sudah biasa handle event gereja dan nawarin diri untuk handle wedding kita. Wah happy, the serve with their hearts dan penuh totalitas.”
Tema dan wedding venue yang juga mendukung untuk acara intimate wedding party, maka Ratih dan dennis sepakat mengundang orang-orang terdekat saja. ini berhasil membuat Ratih dan Dennis terlihat happy banget bisa selalu berbaur dengan para sahabat dan keluarga menikmati satu per satu rangkaian acaranya.
“Kenapa konsepnya intimate, karena memang kami berdua sepakat untuk mengundang orang2 yg benar2 dekat dengan kami jadi saat hari H bisa mingle dan berquality time bersama, dan puji tuhan orang tua kami setuju dan mendukung. Karena dennis pun musisi, dan tidak terbiasa dengan hal2 yang kaku dan penuh dengan tata urutan hehehe.. jadilah kt sepakat weddingnya sangat santai namun berkesan”
Di acara pernikahannya ini Ratih dan Dennis bersyukur memiliki sahabat yang mau membantu mewujudkan impian pernikahan mereka. Mulai dari dekorasi, tim WO, hingga fotografer Tessy Penyami yang ternyata adalah sahabat Dennis. Dan Ratih sangat senang banget bisa memiliki fotografer pernikahan yang dari dulu sudah ia kagumi lewat hasil foto – foto miliknya.
Our Favorite Memory From The Wedding
Memiliki konsep acara yang warm dan intimate wedding maka banyak sekali momen berkesan bagi mereka berdua salah satunya adalah saat holy matrimony di alam terbuka, Ratih di dampingi sang papa walking on the aisle sambil diiringi nyanyian para sahabat yang menyanyikan lagu kesukaan Ratih dan Dennis hingga saat menuju altar. Dan itu sangat haruuuu banget!
Dan untuk malam resepsinya masih bertempat di wedding venue yang sama, momen Ulos Hela menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Ratih dan Dennis. Saat kedua orangtua Ratih memberikan kain ulos kepada dennis sebagai tanda menerima Dennis menjadi mantu laki dan masuk menjadi bagian dalam keluarga Ratih.
“Dari seluruh rangkaian acara yang digelar, bagian mana yang paling berkesan untuk mu? Semua berkesan hehehe.. walk down the aisle, matrimony, trs resepsi saat dennis kasih saya surprise bawain lagu ciptaan dia untuk saya, saat flash mob dengan bridesmaid dan bestman seruuu bgttttt!!! Saat semua rekan2 musisi sumbang suara mereka untuk kitaaaa.. saat first dance dengan papa saya! Oh ya saya favorite bgt dengan moment Ulos hela, meskipun acaranya international, tapi org tua saya request 1 moment untuk memberikan ulos (adat batak) kepada keluarga barunya, Hela (mantu laki) sebagai tanda menerima dennis sebagai anggota keluarga baru. Itu haruuuuuu sekaliiii, diiringin lagu batak “borhat ma dainang” wahh, saya brebes miliiii nahan haruu..”
Couple looks
Seluruh rangkaian acara Ratih dan Dennis ini ngga terlepas dari tampilan Ratih dan Dennis yang stunning dan eye catching banget dilihatnya. Karena ini tema yang santai, maka untuk pemilihan wardrobe juga dipilih yang sesuai tema. Eye catchingnya lagi, Dennis memakai sepatu bright colour yaitu kuning biar matching dengan mood boards yang sudah dibuat. Seru ya!
Untuk wedding dress Ratih saat pemberkatan ratih percayakan kepada Renzi Lazuardi. Dan hasilnya sangat disukai oleh Ratih karena Wedding dress ini sangat dirinya banget, yang gak ribet dan panjang dan mengambil gaya tahun 60’an dengan accent big bow dibelakang. Dan Renzi berhasil memberikan sentuhan magicalnya dengan menaburkan mutiara, dan rose petal di bagian roknya.. so simple but looks elegant.
Balutan wedding dress yang simple dan cantik ini juga disesuaikan dengan makeup looks dari mas barry yang flawless dan gak merubah muka Ratih. And He made it…
Untuk malamnya, Ratih menggunakan wedding dress yang lebih simpel dengan detail one shoulder dibagian dada dan bernuansa putih serasi dengan dengan Dennis. Untuk kesan bold and bright mereka berdua kompak menambahkan detail yellow thingy untuk mereka kenakan. Ratih membawa hand bouquet berwarna kuning, dan Dennis mengenakan sepatu yellow adidas. It looks so catchy!
Walaupun hujan sempat turun pada saat acara berlangsung, namun tidak menyurutkan seluruh tamu undangan dan keluarga tetap menikmati acara. Malah dibawah rintik hujan membuat suasana semakin romantis. Dan Ratih pun ngga perlu khawatir dengan wedding dressnya karena sudah dipersiapkan oleh krinou dengan potongan 3/4 agar tidak menyapu rumput.
Hujan memang menjadi concern Ratih & Dennis sejak pertama, karena daerahnya di Sentul yang sering sekali hujan ditambah areanya yang full outdoor. Namun Ratih dan Dennis tetap pada pilihan karena sudah terlanjur jatuh cinta dari awal dengan vila aman D’sini.
Selain faktor cuaca, menurut Ratih tantangan terbesar lainnya adalah mengatur diri sendiri agar tetap selalu tenang dan ngga mudah stress.
“tantangan terbesar lainnya dalam menyusun sebuah rencana pernikahan? Diri kita sendiri sih yg harus tenang biar gak stress hehe. Dan pastikan itu wedding kamu, gak usah banding2in sama wedding orang lain.. it’s you!”.
Lihat juga : Menunda Kehamilan Setelah Menikah, Bolehkah?
Top vendors
1. Jayanti Tukang Bunga
Dia hampir handle semua bagian yg aku butuhkan baik dekor, bunga, lighting, screen, genset dll.. totalitas, meskipun hari H sempet ada salah pasang lighting tp saya salute sama service dia dan timnya.
Wedding tips
Berbagi tips bagi para calon pengantin, Ratih membagikan rahasia pengalamannya dalam merencanakan pesta pernikahan yang memorable.
“Take it easy. Saya tau pasti mempersiapkan pernikahan akan stress, yang pasti jangan banding2kan pernikahan mu dengan pernikahan orang lain. Harga mahal belum tentu jaminan, yang penting adalah Taste.”
ALL VENDORS
Holy Matrimony
Venue Villa Aman D’sini, Sentul
Photo Tessy penyami
Video Jeniffer prisilia
Decor & Lighting Jayanti tukang bunga
Catering Diporasa Catering
Groom’s suit Aguss lim
Wedding Gown Renzi lazuardi
Bride’s shoes Manolo Blahnik
Groom’s shoes Adidas by raff simon
Hairdo Iwan taufik
Entertainment Officialkirana & All musician friends
Headpiece House of jealouxy
Invitation Ohsy wedding invitation
Souvenir @gtareh
Handbouquet Lady and flowers
Table dessert Voila vintage
RECEPTION
Wedding dress Krinou
Earrings Aidan and ice
Hand Bouquet Jayanti tukang bunga
Bride’s shoes jethebrand

























