Pernikahan adat Toraja bisa dibilang merupakan pernikahan yang memiliki tradisi berbeda dengan suku-suku lainnya. Selain disahkan secara agama, maka keduanya juga harus disahkan secara adat oleh pemangku adat yang sangat dihormati disana dengan menggunakan adat Aluk Todolo yang disebut Aluk Rampanan Kapa’.
Tradisi Rampanan Kapa’ Pernikahan adat Toraja warisan budaya leluhur
Rampanan Kapa’ atau biasa disebut juga dengan istilah Rambu Tuka merupakan pesta pernikahan adat Toraja. Dengan menggunakan pakaian adat khas adat Toraja kedua mempelai menjalani tahapan demi tahapan yang ada. Setelah disahkan secara agama, kemudian kedua mempelai akan disahkan secara adat dengan suatu perjanjian dihadapan pemerintah adat dan seluruh keluarga yang hadir.
Setelah melakukan ucap janji dengan ketua adat yang disebut Ada’ , maka keduanya akan menggelar pesta pernikahan untuk seluruh keluarga dan juga tamu yang hadir. Di Toraja sendiri masyarakatnya masih mengenal sistem kasta. Dimana sistem kasta tersebut juga berlaku dalam pesta pernikahan adat toraja yang akan digelar. Namun disinilah uniknya pernikahan adat Toraja, dimana acara pesta pernikahan tersebut dibagi menjadi 3, diantaranya :
sumber: instagram / @mohammad.iskandar
Bo’bo’ Bannang
Pesta pernikahan yang satu ini bisa dibilang untuk kasta yang terendah. Maka pelaksanaannya pun hanya dilakukan secara sederhana, dimana hanya dihadiri oleh beberapa undangan saja. Biasanya pesta pernikahan Bo’ bo’ bannang ini dilakukan pada malam hari dengan hidangan makanan yang sederhana juga, seperti : ikan dan juga satu atau dua ekor ayam.
Rampo Karoen
Pernikahan Rampo Karoen disebut juga sebagai pernikahan dengan kasta menengah. Rampo Karoen ini sendiri digelar pada sore hari di rumah mempelai wanita. Berbeda dengan Bo’ bo’ bannang yang hanya dilakukan sangat sederhana, rampo karoen diisi dengan acara pantun-pantun pernikahan yang mengundang kemeriahan acara itu sendiri.
Lihat juga: Uniknya Baju Pengantin Pada Pernikahan Adat Aceh
Saat malam tiba, maka masing-masing perwakilan dari kedua mempelai akan mendengarkan keputusan hukum dan ketentuan pernikahan hukum Tana dihadapan para saksi-saksi adat . Baru setelah itu acara makan malam dimulai dengan sebuah hidangan seekor babi dan juga ayam sesuai kemampuan sang keluarga.
Rampo Allo
Rampo Allo bisa dibilang menjadi pesta pernikahan adat toraja dengan kasta tertinggi. Dimana yang menggelar acara tersebut adalah para keturunan bangsawan. Dengan menggunakan biaya yang cukup besar dan juga waktu yang dibutuhkan juga lebih panjang hingga berhari-hari.
sumber: instagram / @mohammad.iskandar
Dimulai dengan acara lamaran yang dilakukan dengan aturan adat yang ada. Seperti tahapan penyelidikan atau biasa disebut Palingka kada, dimana keluarga mempelai pria datang kerumah sang mempelai wanita untuk memastikan bahwa sang calon manten benar-benar lajang dan tidak terikat hubungan dengan siapapun. Jika acara penyelidikan ini berhasil, maka selanjutnya acara lamaran akan digelar dengan sebuah utusan dari pihak pria membawa sirih pinangan atau disebut dengan Umbaa Pangngan.
Jika saat ini kita mengenal istilah perjanjian pra nikah. Nah ternyata masyarakat Toraja sudah mengenalnya sejak dulu oleh para leluhurnya. Prosesi yang mirip dengan perjanjian pra nikah ini adalah Urrampan Kapa’ yang artinya kedua keluarga mempelai saling membicarakan hukuman yang akan dijatuhkan kepada kedua calon pengantin apabila dikemudian hari kedua pengantin melakukan perbuatan yang melanggar komitmen rumah tangga.
Setelah tahapan-tahapan diatas telah dilalui, barulah kedua mempelai akan melakukan pengesahan pernikahan secara agama yang diantar oleh para keluarga dan kerabat. Usai pengesahan secara agama maka kedua pengantin dianggap telah sah secara agama dan juga adat. Selanjutnya diiringi dengan musik dan tarian pernikahan rampanan kapa’ khas adat Toraja kedua pengantin berjalan menuju pelaminan untuk mendapatkan ucapan selamat dari seluruh keluarga dan tamu yang hadir.



