Ini Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Maknanya– Indonesia sebagai negara yang kaya akan kebudayaan tentu memiliki banyak ragam prosesi pernikahan adat yang tersebar di berbagai daerah. Prosesi pernikahan adat di masing-masing daerah memiliki kebiasaan dan ritual yang berbeda maknanya. Kali ini, Sputnik ajak kalian mengintip bagaimana si Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Makna di dalamnya?
- Pemasangan Penanda pernikahan
Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Maknanya yang pertama adalah pemasangan penanda pernikahan berupa Tarub, Tuwuhan, dan Bleketepe. Tarub diartikan sebagai sesuatu yang meneduhkan. Biasanya pemasangan ini akan dilakukan di rumah mempelai wanita yang nantinya akan dihiasi janur kuning yang melengkung.
Selain Tarub, Bleketepe yang merupakan anyaman kelapa yang dimanfaatkan sebagai hiasan pernikahan juga dipasangkan. Bleketepe akan membuat prosesi pernikahan yang diselenggarakan terlihat tradisional. Lalu dipasangkan pula Tuwuhan yang berfungsi sebagai gerbang masuk yang isinya adalah tumbuhan dan buah-buahan. Salah satunya adalah pisang raja, seikat padi, kelapa muda, dan janur. Bleketepe dan Tuwuhan memiliki makna supaya pasangan yang akan menikah segera dikaruniai keturunan dan mampu melewati terjalnya kehidupan berumah tangga.
- Sungkeman
Sungkeman merupakan ritual sebelum pernikahan yang tidak hanya dilangsungkan pada pernikahan dengan Prosesi Pernikahan Adat Jawa saja. Sungkeman adalah bukti bahwa anak-anak yang akan menikah akan selalu hormat kepada orang tuanya. Namun dalam pernikahan, sungkeman juga berarti permintaan maaf dari mempelai atas segala kesalahannya kepada kedua orang tuanya dan meminta izin untuk memulai babak kehidupan yang baru.

photo by: instagram (PWD)
- Siraman
Siraman merupakan Prosesi Pernikahan Adat Jawa selanjutnya. Siraman adalah bentuk penyucian diri. Sang anak harus membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum melakukan upacara sakral. Siraman tidak hanya dilakukan oleh orangtua tetapi juga para kerabat yang sudah menikah dan lebih tua. Tujuannya adalah meminta doa agar pernikahan yang hendak dijalani akan dipenuhi keberkahan.

photo by: instagram (excisia.id)
- Ngerik
Pada ritual Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Maknanya satu ini, perias ikut andil bagian. Prosesi yang dilakukan pada malam hari ini adalah mengerik rambut halus yang ada pada dahi mempelai perempuan. Tujuannya adalah membuang segala keburukan, kesialan, atau hal-hal yang dirasa tidak baik.
- Dodol dawet
Pada Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Maknanya ini, mempelai wanita akan berjualan dawet didampingi oleh mempelai pria. Mempelai pria akan berdiri di belakang dan memayungi pasangannya. Dodol dawet sendiri memiliki makna bahwa sebagai pasangan, suami istri harus bekerja sama atau bergotong royong membina rumah tangga yang sejahtera dan makmur.
- Midodareni
Dalam bahasa Jawa, Midodareni berasal dari kata widodari atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai bidadari. Prosesi ini dimaksudkan agar mempelai wanita nantinya akan cantik seperti Dewi Widodari.
Mempelai Wanita akan berdiam diri di kamar bersama kerabat wanita lainnya, dimulai dari puku 18.00 – 24.00 dengan riasan seadanya. Kemudian sang ayah akan masuk kamar dan menanyakan apakah mempelai wanita sudah siap menikah dengan pujaan hati? Kedua mempelai pada saat ini tidak boleh dipertemukan sama sekali. Mempelai pria memang disengaja tidak dipertemukan dengan mempelai Wanita supaya nantinya terpukau dengan kecantikan mempelai Wanita.
Biasanya juga akan ada seserahan dari mempelai pria kepada mempelai Wanita. Seserahan yang diberikan bisa berupa alat salat, pakaian, alas kaki, perhiasan, make up, dan berbagai kue atau makanan tradisional.
- Penyerahan sanggan
Pada Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Maknanya yang satu ini, mempelai wanita dan pria masih belum bisa bertemu. Prosesi ini akan melibatkan orangtua dari pengantin pria dan pengantin wanita. Prosesi satu ini dilakukan sebagai wujud penebusan putri mereka. Sanggan biasanya diisi dengan satu tangkap atau dua sisir pisang raja yang sudah matang di pohon. Lalu, sanggan juga membutuhkan sirih ayu, kembang telon yang terdiri atas tiga bunga, yaitu mawar, melati, dan kenanga yang biasanya diikat maupun tidak diikat dengan benang lawe.
- Akad nikah
Akad nikah akan dilangsungkan sesuai dengan kepercayaan mempelai. Akad nikah bagi pengantin muslim adalah ijab Kabul yang dibantu oleh penghulu, sementara untuk kepercayaan lain seperti Kristen dan katolik akan melaksanakan sakramen perkahwinan.

photo by: instagram (gendut_photography_)
- Upacara panggih
Setelah melalui proses akad nikah, upacara panggih akan menjadi puncaknya. Mempelai Wanita dan pria akan dipertemukan setelah resmi menikah dan menjadi pasangan suami istri yang sah. Upacara ini dibuka dengan tarian edan-edanan dan dilanjutkan dengan balangan gantal. Di mana balangan ini adalah daun sirih yang berisikan bunga pinang, gambir, kapur sirih, dan tembakau hitam yang diikat dengan benang lawe.
- Ngindak endhog
Ngindak endhog atau yang dalam bahasa Indonesia berarti “injak telur” menjadi lambang pengharapan agar kedua pasangan baru ini mendapatkan keturunan yang merupakan tanda cinta kasih.
- Sindur
Setelah prosesi ngindak endhog, pengantin akan melanjutkan dengan prosesi sindur. Kain sindur akan dilebarkan kepada pengantin oleh ibu dan bersama-sama dituntun sang ayah berjalan menuju pelaminan. Hal ini merupakan simbol harapan agar pengantin baru ini siap menghadapi segala kesukaran dalam hidup.
- Kacar kucur
Mempelai pria akan mengucurkan biji-bijian dan uang receh yang menjadi simbol penghasilan. Hal ini bermakna bahwa pria bertanggungjawab untuk menafkahi keluarga.
- Suap-suapan
Prosesi ini mengandung makna bahwa pengantin pria dan wanita diharapkan selalu rukun dan pengertian.
- Bubak Kawah
Prosesi terakhir dari Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Maknanya ini merupakan salah satu rangkaian acara yang paling ditunggu. Bubak Kawah merupakan ungkapan rasa syukur kedua orang tua karena anaknya pertama kali menikah.
Keluarga pengantin menyiapakan peralatan dapur yang dipasang pada pikulan yang kemudian diarak keliling tamu oleh ayah. Para tamu biasanya ramai-ramai berebut peralatan dapur ini karena mitosnya siapa yang mendapatkan alat dapur ini bisa enteng jodoh.
Seperti yang kita tahu, pernikahan dengan Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Maknanya memang rumit dan membutuhkan banyak waktu. untuk itu banyak dari pasangan yang kini hanya menggunakan sebagian prosesinya saja. Walaupun kesannya ribet, seluruh Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Maknanya ini memiliki arti yang baik yaitu mendoakan supaya kehidupan pengantin ini akan dilimpahkan kemudahan dan keberkahan selalu.


