Mengusung budaya leluhur yang kental nyatanya membuat acara lamaran menjadi lebih khidmat dan sakral. Selain lebih bermakna, rangkaian acara juga menjadi lebih unik untuk direkam ingatan dan dokumentasi. Salah satunya pasangan Lidya dan Indra yang mengusung adat Karo sebagai rangkaian acara lamaran keduanya.
Setelah lebih dari 5 tahun berlalu dari pertemuan pertama, Lidya dan Indra kembali dikenalkan oleh teman mereka. Karena bagi Indra sosok Lidya ngga asing lagi untuknya, Indra segera memberanikan diri untuk menghubungi Lidya duluan dan akhirnya mengajak Lidya untuk jalan bareng. Dari sini kedekatan mereka mulai terjalin, hingga obrolan serius untuk ingin segera melamar Lidya pun terencanakan.
Bagi Lidya pun sosok Indra bukanlah sosok asing baginya, karena menurutnya kedua keluarga sudah saling mengenal dari jaman sang kakek dan neneknya. Makanya, untuk bisa menerima Indra dan keluarga, bagi Lidya ngga perlu waktu lama lagi karena keakraban kedua keluarga juga sudah terjalin lama.
Mempersiapkan acara lamaran yang bisa dibilang cukup lama ini yaitu 6 bulan, ternyata penuh dengan makna dari adat Karo yang dipilih oleh Lidya dan Indra. Mengingat kedua keluarga berasal dari Tanah Karo, maka keduanya sepakat untuk menggunakan berbagai rangkaian prosesi adat Karo lengkap dengan bahasa Karo di hari lamaran.
Walaupun awalnya sempet bikin deg-degan, namun ternyata acara lamaran keduanya berhasil membuat 800 tamu yang hadir memuji keduanya. Pujian yang didapatkan bukan hanya karena Lidya yang tampil cantik dengan kebaya berwarna mint ini, namun Lidya dan Indra berhasil menampilkan sebuah lagu dan tarian yang baru mereka latih sebanyak 4 kali.
Nyanyian dan tarian yang dilakukan Lidya dan Indra merupakan salah satu rangkaian acara adat Karo yang bernama Mbaba Belo Selambar. Sempat kehadiran para tamu membuat keduanya jadi deg-degan, tapi nyatanya Lidya dan Indra mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan yang banyak dari keluarga dan sahabat.
Sebelum acara Mbaba Belo Selambar dilaksanakan, keduanya sempat melakukan prosesi adat karo lainnya, yaitu Nungkun Kata. “Di acara ini yg datang baru beberapa keluarga deket aja, jd semacam perkenalan keluarga dan ngomongin utk persiapan acara lamaran nanti, Jaraknya sekitar 6 bulan.”
Dengan dekorasi yang mengusung tema garden diwarnai oleh bunga-bunga berwarna pastel ini selaras dengan kebaya mint dari Vera kebaya yang dikenakan oleh Lidya.
Selanjutnya rangkaian acara yang kental dengan adat Karo ini berhasil membuat momen bahagia Lidya dan Indra terekam baik. Walaupun Lidya membocorkan jika ini menjadi tantangan bagi dirinya dan Indra dalam mempersiapkan acara lamaran mereka. Karena dirinya mengaku menjalani hubungan LDR, ditambah Lidya yang sedang menjalani ujian kompetensi, sehingga menurutnya bukan hal yang mudah dalam membagi waktu. “Paling tantangannya karena aku sambil persiapan ujian kompetensi jadi harus pinter bagi-bagi waktu antara waktu belajar, latihan nari & nyanyi dan persiapan lainnya”.
Tetapi kentalnya adat Karo di acara lamaran Lidya dan Indra yang menampilkan tarian dan nyanyian Khas adat Karo yang mereka hafalkan patut diacungi jempol loh, karena mereka berdua tetap memilih budaya leluhurnya sebagai tema dalam rangkaian acara lamaran keduanya.
Top 3 vendors
Verakebaya
Mba vera orangnya ramahhh bgt dan bikin kebayanya sesuai yg aku mau. Dan 1x fitting lasung pas.
Barry irawan
Makeupnya soft tapi tahaann bgt, walaupun keringetan tetep on.
Melanes bintang
Mas bintang & team sangat ramah dan selalu standby pas acara, jadi ga ada satupun moment yg ketinggalan
Lihat juga : Pesona Adat Minang dan Banjar Di Pernikahan Keshia dan Zumi
Engagement Tips
Kalau bisa siapin dr jauh-jauh hari, jadi menjelang hari H ngga hrs repot-repot milih ini itu. Aku tuh orangnya suka nunda-nunda, jadi pas makin deket hari H suka rempong sendiri milih ini itu.
ALL VENDOR TEAM
Makeup barry irawan
Hairdo iwan taufik
Kebaya vera kebaya
Photography melanes bintang photography
Decoration sista decoration






